“Jangan percaya teknologi,” begitu kubilang pada temanku suatu hari.
Berapa banyak SMS yang tak sampai,
pesan yang hilang entah ke mana,
dan jaringan telepon yang tak kunjung menyambungkan kita dengan keberadaan di seberang sana.
Teknologi tak bisa dipercaya.
Maka, apa gunanya marah-marah hanya karena satu pesan salah sambung
atau kabar yang terlambat sampai.
Dan memangnya semua emoticon itu bisa menggambarkan benar yang dirasakan
sang empunya jari yang mengetik?
Jangan percaya teknologi.
.
(8:20:32 AM) penny:Hi
(09:11:46 AM) penny: Hello?
(09:25:12 AM) penny: Are you actually there?
(10:40:28 AM) leonard has signed off
.
dan aku pun takkan menaruh kecewa
pada pesan-pesan yang tak jua dibalas itu
saya mau buat penelitian, seberapa banyak pasangan yang bubar jalan karena SMS gagal terkirim, atau jaringan HP gangguan.
kyaaaa….
sumber inspirasi saya datang kemariii…
Itu sumber keluh kesah, bukan inspirasi,..
yakin nih ga menaruh kecewa? hehehehehee
btw temen lo itu sapa maksudnya?
@ManusiaSuper:
Semua itu tergantung dari sudut mana anda memandang
.
@vanillavanilla:
seperti kata gw, balesan komen lo cukup satu kata:
Preeettt!!!
Hahahaha..kenapa namanya pake Penny ama Leonard?
Betul banget teknologi itu ga bisa dipercaya
Itu si Penny liat Leonard online kan? Gimana coba klo liat Leonard invisible tapi pesannya ga dibales2
Soal emoticon…
aku suka ake emoticon, lumayan mengambarkan sih.. tapi suka miskom juga macem :-c yang dirimu anggap “sedih” dan yang gua anggap “call me” padahal kata sang pengirim emoticon itu artinya “hallo”
teknologi memang ada untuk membantu kok bukan untuk dipercaya atau dijadikan tempat berharap apalagi sampai penentu jalan hidup.. XD
“untuk tahu kecocokan anda dengan pasangan? ingin mengubah nasib Anda? ketik reg spasi…”
sounds very stupid, right? tapi anehnya usaha itu laku lho..
bangsa ku oh bangsa ku.. (jadi melenceng ke sini
)
yah…
perlu dimengerti bahwa teknologi itu emang buatan manusia…
manusia aja blon sempurna apalagi buatannya
pesan tak sampai? telpon tak kunjung terhubung?
mmm…. jaringan…
jadi bisa aja karena paketnya kebanyakan, bisa aja dibuang. Ato paket error, ada mekanisme perbaikan. Ato best effort, gak nyampe ya udah lah yah.
Bisa saja, infrastruktur jaringan yang gak mampu melayani begitu banyak user…
tapi yang pasti, semakin canggih teknologi manusia gak semakin nyantai koq
makin sibuk juga…
*mengomentari sebuah film tentang teknolog terutuma AI yang mengatakan semakin berkembang teknologi, semakin nyante manusia*
@Grace:
tadinya sih mau pake sheldon tapi bingung pasangannya siapa…hahaha…
.
@Yohanes:
mungkin itu tandanya kalo di bangsa kita ini teknologi berkembang seiring dengan kepercayaan tradisional, jadinya saling mendukung :p
.
@Joice:
komen yang sangat mekanis, dasar anak teknik
Wall-E ?
tolong diperjelas teknik mana ya
soalnya gak semua teknik mengetahui hal itu
:p
maksudnya kan bukan isi jawabannya tapi cara anda menjawab yang menggambarkan ke-teknik-an anda…
hahahaha
ya udah atuh sok, dikasih ruang di bawah ini, silahkan memperkenalkan diri saudari…
jangan percaya teknologi…..
ini curcolkah?
kenapa? YM gak dibales2?
well, that sucks
@Mbak Itikkecil:
ah ngga kok :”>
.
@Petra:
kemarin akhirnya saya tanyakan langsung pada orang yang bersangkutan, dan well jawabannya…off the record sajalah
saya?
kalo saya bakal langsung saya samperin ke kosnya. saya memang lebih percaya sama motor saya ketimbang sama hape saya
iya kalau jaraknya bisa ditempuh pake motor… T.T
Ya.. ya.. teknologi sehebat yang kita pake sekarang inipun tetep aja punya kemungkinan nol koma nol sekian persen kegagalan. Dan pada hari yang diceritakan diatas, kemungkinan nol koma nol sekian persen gagal itu telah memilih Feli secara acak sebagai korbannya. Selamat!
*dilempar Blackberry*
eh, lempar Blackberry-nya ke sini aja donk, saya juga kan blom punya :mrgeen:
Tenang caca,
mungkin aja emg dah off tapi statusnya kek msh on
ngga kok danze, udah dikonfirm dengan ybs…
teknologi memang tidak bisa di percaya, tapi kalau yang pacarannya sangat bergantung pada teknologi gimana ya
Tapi emang sebisa mungkin gunakan channel komunikasi yang media richness nya tinggi, biar meminimalisir kemungkinan salah paham
kayaknya semakin canggih sebuah media, semakin tinggi kepercayaan yang ditanamkan pada media itu…
waktu jaman dulu, yang pacaran jarak jauhnya masi pake surat menyurat gimana ya…